Tradisi yang Menarik Saat Imlek
Perayaan tahun baru
imlek tahun 2018 ini terasa semakin dekat, orang – orang sudah mulai sibuk
untuk menyambut perayaan ini. Dalam kalender Lunar Tradisi Tiongkok, perayaan
tahun baru imlek dimulai dihari pertama bulan pertama. Bagi para warga Tingkok,
tahun baru Imlek merupakan perayaan tradisional yang paling penting di
Tiongkok.
Kata “Imlek” sebenarnya
bukan nama dari perayaan tahun baru Tiongkok, melainkan kata yang diambil dari
bahasa Hokien dan hanya diketahui dan digunakan oleh orang Indonesia. Sedangkan
diluar lebih dikenal dengan sebutan Chinese New Year yang digunakan oleh
orang-orang barat. Sedangkan orang Tiongkok menamainya “Guo Nian” atau Xin Jia
yang artinya bulan baru atau lewati bulan.
Hari tahun baru imlek
telah ada sejak 4000 tahun lalu dan sering berjalannya zaman maka terdapat
beberapa tradisi yang turun-temurun dan pada akhirnya wajib untuk dijalani. Seperti
:
1. Bersih-bersih
rumah, dalam tradisi Tiongkok dipercaya bahwa membersihkan rumah memiliki arti
membuang seluruh keburukan atau kesialan yang menghalangi datangnya
keberuntungan.
2. Menghias
rumah, setelah membersihkan rumah, menghiasi rumah juga menjadi aktivitas yan
dilakukan menjelang imlek. Dimulai dari jendela dan pintu yang di cat ulang,
dan menghiasinya dengan sentuhan warna merah.
3. Serba
warna merah, merupakan salah satu ciri khas yang ada pada saat imlek. Mulai
dari aksesoris serta pakaian yang digunakan. Konon menurut sejarah, warna merah
memiliki lambang kuat, sejahtera, dan membawa hoki.
4. Hidangan
khas imlek, setiap perayaan apapun pasti
memiliki makanan khas yang akan dihidangkan. Begitu pula dengan hidangan khas
pada saat imlek seperti kue keranjang atau yang sering dikenal dengan dodol,
jeruk, dan kue lapis legit. Makanan tersebut memiliki arti bagi masyarakat
Tiongkok, salah satunya adalah lapis legit dimana memiliki arti rezeki yang
berlapis-lapis.
5. Mengunjungi saudara, hal itu rupanya tidak hanya diterapkan pada saat lebaran saja, melainkan juga pada saat hari imlek. Hal ini digunakan untuk mempererat tali persaudaraan. Biasanya apabila orang tua dari keluarga kita masih ada, maka pada malam hari seluruh anggota keluarganya seperti anak, menantu, cucu, cucu menantu, hingga cicit akan berkumpul dan makan bersama. Seperti tradisi yang dilakukan keluarga besar saya.
![]() | ||
Mama beserta anak dan menantu (dokumen pribadi)
|
| Mama beserta cicit (dokumen pribadi) |
6. Membagikan angpao, ini merupakan tradisi yang tidak asing dan sangat dinantikan saat perayaan imlek. Tradisi ini merupakan tradisi dimana masyarakat Tiongkok yang sudah berkeluarga memberikan rezeki kepada anak-anak dan orang tuanya. Dalam kepercayaan Tiongkok, uang yang diisi kedalam angpao juga tidak boleh diisi dengan mengandung angka 4, karena dipercaya bahwa angka tersebut memiliki arti mati. Tidak hanya itu, uang yang akan diberikan juga tidak boleh ganjil karena akan berhubungan dengan pemakaman. Sebenarnya angpao memiliki makna yang berkaitan dengan pengiriman energi dan kesejahteraan yang dipercaya dapat memperlancar rejeki diwaktu yang akan datang.
| Ini angpao yang selalu ditunggu disaat imlek (dokumen pribadi) |
7. Tradisi Yu Sheng, tradisi ini merupakan tradisi yang
sekarang sedang menjadi trend di masyarakat Indonesia keturunan Tiongkok. Konon
tradisi ini dibawa oleh para nelayan dari China Selatan yang hijrah ke
Semenanjung Malaysia pada abad ke 19. Sesuai dengan adat, bahwa menu ini
merupakan menu wajib yang dihidangkan dan disantap dengan diiringi doa syukur
atas berkat yang telah diberikan. Doa ini bertujuan agar mendapat berkat yang
lebih di tahun yang baru.
Pastinya dalam benak kalian timbul pertanyaan, apa saja
makanan yang ada pada tradisi ini? Lalu apakah hidangan yang terdapat dalam
tradisi ini sama dengan tradisi pada nomor sebelumnya?
Tradisi ini disajikan dalam satu piring Yu Sheng. Di
dalam piring tersebut terdapat makanan dingin seperti irisan ikan salmon,
salad, wortel, daun bawang. Lalu diberikan saus wijen, buah plum, dll. Seluruh
anggota yang duduk di meja makan akan mengaduk secara bersamaan dan
mengangkatnya dengan sumpit setinggi-tingginya sambil mengucapkan “Lao Hei”
atau “Lao Qi”.
Hal diatas adalah tradisi yang menjadi bagian dari
perayaan hari imlek. Dan beberapa diantaranya memiliki nilai sejarah sendiri
bagi masyarakat Tiongkok. At least, kita bisa belajar mengenai salah satu
kebudayaan yang ada di Indonesia. Karena “Tidak penting apa pun agama atau
sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang
tidak akan pernah tanya apa agamamu atau sukumu”. –Gus Dur-

Komentar
Posting Komentar